Home » » Jin, Mahluk Goib yang Tak Tahu Hal Ghaib,,,

Jin, Mahluk Goib yang Tak Tahu Hal Ghaib,,,

Ping your blog, website, or RSS feed for Free My Ping in TotalPing.com
Bangsa binatang, seperti diriku, seekor rayap, mengetahui perilaku jin dan manusia. Tuhan Yang Maha Kuasa, memberikan kelebihan kepada bangsa jin, mereka bisa melihat manusia, Tetapi manusia tidak bisa melihat bangsa jin. Berikut dongeng edu dari gueh, seekor rayap yang akan membuka tabir rahasia untuk dikenang bersama.


Menyingkap Tabir Goib
Kami sendiri kadang kasihan dengan bangsa manusia, yang selalu digoda oleh bangsa jin dan kroco-kroconya yang imut imut, sehingga terperosok dalam lembah dosa. Namun begitu, kami, bangsa hewan, tidak bisa bicara dengan manusia, jadi tidak bisa memberi tahu mereka. Kami hanya dapat memberikan tanda, seperti anjing yang menggonggong, keledai yang menguak, dan tanda lainnya yang menunjukan kehadirian jin dan setan di sekitar tempat itu.
Ketahuilah boi, Ketika dahulu kala, pada zaman Nabi Sulaiman,  atas kekuasaan Tuhan, bangsa jin dapat ditundukan oleh Sulaiman, sehingga mereka dapat dipergunakan sebagai bala tentaranya. Namun dasar jin setan!, yang memang berperilaku buruk seperti moyangnya, yakni iblis, mereka menginginkan sesegera mungkin kematian Nabi Sulaiman, supaya mereka segera bebas untuk menggoda manusia lagi.
Aku adalah rayap, binatang yang kecil dan lemah, sehingga tiupan kecil dari mulut manusia saja akan menerbangkanku. Namun, pada suatu hari, aku ditakdirkan untuk menjadi satu-satunya bukti penegasan tentang tidak adanya pengetahuan jin terhadap hal goib.
Ternyata aku dapat membongkar mitos tentang keperkasaan jin mengetahui perkara goib. Ha ha itu dusta semua!! Aku melakukan tanpa sadar ketika naluri laparku untuk memakan apa saja yang dapat aku makan, terutama kayu, membuatku telah memakan tongkat Nabi Sulaiman.
Kulihat, Nabi Sulaiman berada di mihrabnya dan duduk pada sebuah kursi serta menyandarkan dagunya ketongkat yang dipegangnya. Sebagaimana diketahui semua binatang, Sulaiman mengetahui bahasa bianatang. karena itulah aku menyapanya, "Salam sejahtera bagimu, wahai Nabi dan Raja Sulaiman yang bijaksana. Tuanku aku adalah sesekor rayap dan jatuh ke sini tanpa sengaja. Aku ingin engkau memaafkanku. Kalau engkau menunjukkan pintu keluar kepadaku, tentu aku akan keluar."
Nabi Sulaiman tidak menjawab salamku. Ketika kuulangi, beliau masih saja terdiam, meski matanya masih menatap ke depan. Aku bingung, sudah berkali-kali kusapa tetapi nabi yang menguasai jin, manusai dan binatang ini tetap saja diam.
Karena lapar terus menyearangku, dan aku tidak tahan, akhirnya aku memakan satu-satunya makanan yangada disitu, Yakni, tongkat Sulaiman.

Kemerdekaaan bagi Bangsa Jin
Sulaiman masih diam saja. Malam telah berlalu dan pagi hari tiba. Beliau tidak bergerak juga. Diamnya yang terus menerus menunjukakan bahwa beliau telah wafat. Ya, akhirnya aku paham, Nabi telah wafat.
Aku melakukan sholat yang panjang atas ruh yang suci itu. Aku menghampiri tongkat itu, yang merupakan rizqi yang diberikan Tuhan kepadaku. Aku memakan tongkat itu. Ah.. ia berasal dari pohon Kharub mengingatkanku pada kharab (kerusakan). Pemilik tongkat itu telah wafat dan ia akan mengetahui rumahnya yang rusak. "Bagimu salam dan sholawat, wahai nabi yang mulia. Engkau dalam keadaan baik ketika masih hidup dan setelah kematian. Engkau telah wafat, tetapi engkau memberiku makan dengan tongkatmu. Betapa mulianya engkau..."
Aku kembali makan. Aku makan sebagian darinya dalam beberapa hari, Tiba-tiba jasad nabi Sulaiman tersungkur. Namun, belum lagi jasad itu menyentuh lantai, tiba-tiba aku merasakan tubuhku bergetar. Jin melewati mihrab. Lalu ia melihat jasad Nabi Sulaiman di atas lantai. Kemudia, jin menyebarkan berita kematian beliau ke seluruh kerajaan.
Dengan kematian Sulaiman, berarti tiba masa kemerdekaan bagi bangsa jin. Hidup mereka tidak lagi terkekang kebaikan, mereka bisa kembalimenyalurkan hasrat buruk mereka, yaitu menggoda manusia, supaya bisa menjadi teman mereka di neraka kelak. Dari kejadian itu, aku tahu bahwa sebetulnya jin adalah mahluk goib yang sama sekali tidak mengetahui sesuatu yang goib, seperti saat kematian Nabi Sulaiman. Semua pengetahuan yang goib hanya datang dari Tuhan.
Ha ha... aku telah menggugurkan pengakuan bahwa jin mengetahui hal yang goib. Aku sebagai rayap kecil, telah membuka tabir yang besar. Nabi Sulaiman adalah raja yang bergabung bersamanya mahluk-mahluk yang paling agung, paling besar, dan paling sombong. Kini sejarah akan mencatat, bahwa tabirnya telah dibuka oleh mahluk yang kecil dan dianggap rendah. Mahasuci Tuhan, yang memberikan kerajaan dan mencabut kerajaan. Mahasuci Tuhan, yang menjadikan permulaan dan akhir bagi segala sesuatu.

(Inspirate from Saba34:14)
Terimakasih, Semoga Leluasa


Share this article :
0 Comments
Tweets
Komentar

0 komentar:

Poskan Komentar

 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. iyasung - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger